Kontrak utama New York pada perdagangan Rabu (20/2/2008) untuk minyak jenis light pengiriman Maret akhirnya ditutup menguat 73 sen ke level US$ 100,74 per barel.
Namun harga minyak untuk kontrak New York kembali melonjak dan pada perdagangan Kamis (21/2/2008), di pasar Singapura sudah melejit lagi ke level US$ 101,32 per barel.
Sementara di London, minyak jenis Brent pengiriman April naik 14 sen ke level US$ 98,42 per barel, setelah sempat melonjak ke US$ 98,70.
Lonjakan harga minyak terjadi setelah spekulasi semakin menjadi-jadi menjelang pertemuan OPEC 5 Maret di Wina mendatang. Para analis berspekulasi OPEC akan menurunkan kuota produksinya, mengantisipasi penurunan permintaan terkait segera berakhirnya musim dingin dan melambatnya perekonomian AS.
"Kekhawatiran suplai dan komentar dari beberapa anggota OPEC bahwa mereka tidak akan menaikkan produksi pada pertemuan Maret mendatang memberikan katalis bagi kenaikan harga minyak yang cukup besar," ujar Kevin Norris, analis dari Barclays Capital seperti dikutip dari AFP, Kamis (21/2/2008).
"Lonjakan harga minyak kemarin dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk kecemasan soal suplai yang masih ada,: ujar analis dari Sucden, Andrey Kryuchenkov.
(qom/qom)











































