Jika Rabu pasokan listrik defisit 70 Mega Watt (MW), Kamis ini ancaman defisit lebih besar lagi, 100 MW.
Data di PLN Distribusi Bali, sejak pukul 07.00-12.00 Wita, pemadaman listrik sudah mencapai 47,41 MW.
"Kita prediksi mulai hari ini sistem kelistrikan Bali akan kekurangan 100 MW. Ini maksimal. Rentangnya sekitar 70-90 MW," kata Kepala Humas PLN Distribusi Bali Hendra Saleh di Kantor PLN, Jalan Tjok Agung Kresna, Denpasar.
Pemadaman ini terjadi di berbagai daerah, seperti Badung, Tabanan dan Kota Denpasar. Di tiga wilayah ini, pemadaman listrik sudah mencapai 23,5 MW. Sedangkan di daerah Kabupaten Klungkung pemadaman mencapai 19,27 MW.
Wilayah lain yang akan terkena pemadaman adalah Gianyar dan Jembrana. Sedangkan pada malam hari, listrik padam akan terjadi di Kabupaten Buleleng. "Untuk siang hari rata-rata pemadaman maksimal 2 jam, malam hari 1-1,5 jam," katanya.
Dikatakan Hendra, badai Nicholas mengakibatkan keterlambatan pasokan bahan bakar, seperti minyak dan batubara di beberapa pembangkit PLN.
PLN mengimbau pelanggannya di Bali melakukan penghematan. Dari pihak hotel, kata dia, penghematan telah dilakukan dengan menggunakan genset dan berhasil menekan defisit 6 MW.
Meski terjadi pemadaman bergilir, PLN memprioritaskan kawasan wisata, rumah sakit, sentral niaga dan pengamanan. Di wilayah ini tidak terjadi pemadaman.
(umi/nrl)










































