"Target kita jual 150 unit, atau senilai Rp 200 miliar tahun ini," ujar Presiden Direktur Humpuss, Eko Putro Sandjojo, usai peluncuran Baragas, di Panjang, Bandar Lampung, Kamis (21/2/2008).
Baragas merupakan produk terbaru PT Humpuss. Produk ini menggunakan teknologi yang mampu mengolah batubara menjadi gas sintetis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahap awal, target pasar produk ini adalah sektor masyarakat pertanian, terutama di Pulau Sumatera. Saat ini pabrik Baragas baru terdapat di Tambun, Bekasi.
"Saat ini sedang dalam pengembangan dan pembangunan pabrik-pabrik baru. Setelah Lampung, rencana ekspansi ke Palembang, dan terus ke utara. Kalau bisa dipakai oleh AAF. Tentunya daerah sentra-sentra pertanian seperti Gorontalo, Jatim dan Jateng juga kita bidik," ujar Eko.
Sementara itu, untuk mempermudah pengadaan produk Baragas ini, Humpuss sedang menjajaki kerjasama dengan perusahaan pembiayaan PT Bahana Artha Ventura agar memberikan fasilitas kredit murah pada petani.
"Saat ini masih dalam penjajakan. Kita lihat dulu ini bisa difinancing apa nggak. Kalau memang bisa, kita akan maju jadi yang pertama," ujar Presiden Direktur Bahana Artha, Boyke Mukijat.
Produk Baragas dijual dengan berbagai tipe, mulai dari yang paling kecil seharga Rp 200 juta, hingga yang terbesar seharga Rp 2,5 miliar. (dro/ir)











































