Angkot Ber-BBG Masih Terkendala Minimnya SPBG

Angkot Ber-BBG Masih Terkendala Minimnya SPBG

- detikFinance
Kamis, 21 Feb 2008 14:16 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar angkutan umum, angkutan kota dan taksi untuk menggunakan bahan bakar gas (BBG). Namun, kebijakan itu masih memiliki masalah yakni terkait minimnya SPBG.

"Jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) masih minim. Saat ini di Indonesia baru ada 22. 14 Ada di Jakarta dan yang aktif 6," kata Menhub Jusman Syafii Djamal.

Hal tersebut disampaikan Jusman saat memberikan sambutan dalam peluncuran penggunaan BBG bagi angkutan umum di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/2/2008).

Untuk itu, lanjut Jusman pihaknya dan sejumlah departemen terkait berupaya menambah SPBG-SPBG itu. "Revitalisasi stasiun pengisian akan kita lakukan," jelasnya.

Dirjen Perhubungan Darat Iskandar Abubakar menambahkan penggunaan BBG ini dapat membantu para sopir menambah pendapatannya. "Penghematan dengan BBG ini bisa mencapai Rp 60 ribu per hari," ujarnya.

Ibu dan Anak

Langkah antisipasi lain yang akan dilakukan adalah dengan menerapkan sistem ibu dan anak. "Bisa juga dengan sistem mother and daughter. Jadi gas diisi ditabung dan ditempatkan di depo. Ini yang perlu kita kembangkan," jelas Abubakar.

Meski demikian, Abubakar mengakui meski murah, namun penggunaan BBG ini membutuhkan investasi yang mahal.

"Penggunaan gas sebenarnya lebih murah. Tapi butuh investasi. Biaya 1 kendaraan kurang lebih Rp 9,5 juta. Tapi kalau dihitung, sampai 1 tahun sudah balik modal," pungkasnya.. (ary/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads