Pasca Demo di Istana, Pedagang Takut Jual Daging

Pasca Demo di Istana, Pedagang Takut Jual Daging

- detikFinance
Kamis, 21 Feb 2008 14:48 WIB
Jakarta - Pedagang di sentra penjualan daging Pasar Rawa Badak Jakarta Utara enggan berjualan pasca demo di Istana negara Rabu kemarin (20/2/2008). Akibatnya pasar ini pun sepi pengunjung karena para pembeli sudah tahu para pedagang daging mogok berjualan selama 3 hari.

Pedagang mogok jualan bukan karena tidak ada stok, tapi lebih karena ingin melakukan solidaritas. Sejumlah pedagang malah takut berjualan karena merasa tidak enak dengan pedagang yang melakukan demo.

Demo ribuan pedagang daging itu menuntut dihilangkannya monopoli importir daging sapi, sehingga harga daging tidak terus melambung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita jualan bisa dimarahin, ya ini demi solidaritas. Sabtu mungkin sudah normal," jelas Adi Suminta (49 tahun) salah satu pedagang di pasar Rawa badak saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Kamis (21/2/2008).

Meskipun tidak berjualan para pedagang ini masih berada di lapaknya, dan hanya mengisi kesibukan dengan main catur maupun bersenda gurau.

"Kita maunya harga daging diturunkan ke harga normal Rp 47 ribu per kg untuk tetelan, dan Rp 52 ribu per kg untuk gelondongan. Kemarin masa harga tembus Rp 60 ribu per kg. Mana ada yang mau beli. Kalau ada yang nawar dilepasnya Rp 55 ribu itu pun cuma balik modal," keluh Adi.

Sementara itu salah satu tukang jagal hewan di pasar tersebut, mengakui mulai kemarin dirinya menganggur karena pasokan sapi dan kambing sudah ditarik pemasok.

"Saya tidak berani motong, takut dimarahin. Sabtu sudah ada aktivitas kok mas," jelas Yusuf.

Lain halnya dengan Ahmad yang merupakan pemilik warung Padang, mengaku kebingungan mencari daging sapi untuk dimasak rendang.

"Saya kelimpungan seharian cari daging sapi, terpaksa deh tidak masak rendang, saya pilih beli ayam atau ikan saja," keluh Ahmad.

(arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads