Pelaksana Tugas Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN Fahmi Mochtar menjelaskannya disela-sela jumpa pers di Departemen ESDM, Jakarta, Kamis (21/2/2008).
Di PLTGU Muara Karang saat ini sedang unloading 20.000 KL BBM jenis MFO (marine fuel oil). Tambahan ini bisa memperpanjang stok BBM yang seharusnya habis hari ini menjadi 9 hari. Selanjutnya akan tiba 18.000 KL MFO lagi yang bisa menambah 6 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi semuanya rata-rata 15 hari. Sudah bisa agak lega," katanya.
Lalu untuk PLTGU Tambak Lorok, saat ini juga sedang unloading 20.000 KL MFO yang bisa memperpanjang stok dari yang tinggal 5 hari jadi 11 hari lagi. Sementara PLTGU Grati juga sedang unloading 20.000 KL MFO sehingga bisa menambah stok dari yang tinggal 3 hari jadi sembilan hari.
Sedangkan untuk PLTU Tanjung Jati ada 2 kapal bermuatan masing-masing 60.000 ton sedang berusaha merapat. Namun belum bisa karena gelombang yang masih tinggi hingga 3 meter dan angin sekencang 50 km/jam.
"Kalau itu masuk bisa nambah untuk 12 hari," katanya.
Begitu juga dengan PLTU Cilacap dimana ada batubara sebanyak 30.000 ton siap masuk tapi masih meraba-raba. Stok di PLTU Cilacap saat ini hanya cukup untuk 5 hari dan bisa ditambah jadi 11 hari.
Terakhir, PLTU Paiton yang stoknya hanya cukup untuk 3 hari, saat ini ada kapal dengan muatan 54.000 ton sedang mengamankan diri. Jika ini masuk maka stok bisa menambah umur operasi pembangkit 9 hari. (lih/ir)











































