"Daging memang kita sadari ada kenaikan biaya impor, kenaikan biaya transportasi. Dan Indonesia kebanyakan impor dari Australia, tentunya ada cost yang harus kita tanggung, kita merumuskan solusi-solusinya antara Departemen Perdagangan dan importir," ujar SBY dalam jumpa pers usai kunjungan ke Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta, Kamis (21/2/2008).
Untuk itu, pemerintah hanya bisa berjanji akan melakukan koordinasi untuk mengatasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan yang sedari pukul 10.00 WIB menyambangi Departemen keuangan untuk menunggu rapat selesai, merasa kurang puas dengan sekelumit komentar SBY. Usai jumpa pers, wartawan asing maupun lokal pun langsung mengejar SBY untuk mendapat komentar tentang kenaikan harga daging lebih lanjut.
Saat SBY akan memasuki mobil RI-1, tiba-tiba ia melontarkan pertanyaan kepada salah satu wartawan asing yang mengejarnya.
"Harga daging di Inggris mahal, tidak?," ujar SBY sambil tersenyum.
"Enggak, murah..murah..," tutur wartawan asing tersebut dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Usai bertanya SBY langsung menutup pintu mobilnya, dan wartawan hanya bisa gigit jari.
(ddn/arn)










































