Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai ratas di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng Timur, Kamis (21/2/2008).
"Saya katakan APBN tidak boleh dikatakan jebol, APBN kita masih ada, dengan penyesuaian di DPR, harapan kita APBN tetap bisa melakukan pembiayaan, pembangunan maupun tugas rutin," ujarnya.
Ketika ada peningkatan subsidi karena harga minyak maka pemerintah melonggarkan defisit dan di sisi lain melakukan berbagai penghematan. Namun untuk pembangunan berbagai infrastruktur tetap digiatkan.
"Oleh karena itu perlu efisiensi, pengencangan ikat pinggang, tapi kita pastikan porsi iinfrastruktur oleh Departemen PU, Dephub tetap berjalan sehingga tetap ada stimulus pertumbuhan," ujarnya.
Presiden mengatakan APBN bukan lah satu-satunya sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia, ada faktor lainnya yakni konsumsi masyarakat yang terus meningkat 2 tahun ini, investasi yang memang masih harus dipacu, ekspor yang menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 47 persen tahun lalu.
"Apa yang perlu kita tekankan APBN perlu memberikan stimulus pertumbuhan, membiayai tugas pemerintahan dan social safety net. Itu yang realistis," ujarnya.
(qom/ir)











































