Industri Semen Keluhkan PLN

Industri Semen Keluhkan PLN

- detikFinance
Jumat, 22 Feb 2008 09:03 WIB
Jakarta - Industri semen akan mengalami dampak yang parah apabila pemadaman listrik bergilir PLN terus berlangsung. Selama ini semen adalah salah satu industri yang memakai energi listrik 24 jam dalam sehari.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/2/2008).

"Kalau PLN-nya mati, ya pabrik semen mati juga. Selama ini 80% listrik pabrik semen bergantung dengan PLN, selebihnya dengan pembangkit sendiri," ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan yang akan dilakukan oleh PLN akan mengganggu industri semen terutama menyangkut proses produksi yang berlangsung 24 jam per sehari.

Bahkan ia merinci lagi, dampak pemadaman listrik akan berujung pada turunnya kemampuan produksi pabrik semen. Sehingga akan berlanjut terhadap masalah pengiriman.

"Saya perkirakan biaya produksi akan semakin membengkak terkait hal ini, untuk itu kalau ini terjadi kita akan komplain ke PLN. Yang pasti utilisasi dari pabrik akan menurun juga," ujarnya.

Ia mencontohkan untuk beberapa industri yang telah memiliki utilisasi (pemanfaatan kapasitas produksi terpasang) diantaranya semen Gresik 100%, Holcim 75%, Indocement 85% dan lain-lain. Sehingga ia memperkirakan kalau pemadaman terjadi utilisasinya akan turun.

Selain itu juga, menurutnya masih banyak industri semen yang tidak punya pembangkit listrik sendiri misalnya pabrik semen Holcim,bahkan semen Gresik pun tidak memilikinya.

"Hanya sebagian kecil dari industri semen yang memiliki pembangkit listrik sendiri, dan ini jumlahnya tidak banyak," imbuhnya.Sedangkan yang sudah punya pembangkit listrik sendiri diantaranya semen Padang 10% disuplai dari total kebutuhan listrik selebihnya dari PLN, lalu ada semen Tonasa dan Indocement sudah mencapai 50%.
 
Walaupun ia akui rencananya PLN hanya akan memfokuskan kebijakan ini di Pulau Jawa saja dan untuk industri tidak akan menjadi prioritas pemadaman.
 
"Memang selama ini biasanya PLN, kalau ingin matikan listrik untuk industri akan memberitahukan dahulu, sehingga pabrik bisa lebih berjaga-jaga untuk menghidupkan atau mematikan mesin tertentu," katanya.
(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads