Krisis Listrik Karena Cuaca, Direksi PLN Aman

Krisis Listrik Karena Cuaca, Direksi PLN Aman

- detikFinance
Jumat, 22 Feb 2008 15:13 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN mengaku tak bisa meminta pertanggungjawaban pejabat PLN atas pemadaman listrik bergilir. Karena faktor alam yang menjadi penyebabnya.

"Ini masalahnya darurat karena kondisi alam, kemarin PLN telah mengirim surat kepada ESDM bahwa hal ini bukan kesalahan dari manusia, bukan hanya batu bara saja, minyak pun enggak bisa merapat," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil saat ditemui dikantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/2/2008).

Menurutnya, kemarin sudah ada kapal pembawa solar yang bisa merapat dan pembangkit listrik ada yang telah bisa berjalan. Tetapi akibatnya subsidi BBM PLN akan meningkat karena kenaikan konsumsi BBM dari yang biasanya memakai batubara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalahnya ini kondisi cuaca yang berada di laut kita. Jadi force majeur. Seperti itu kita enggak bisa meminta mempertanggungjawabkan oleh satu orang. Menteri Energi telah diminta oleh PLN, untuk kondisi emergensi listrik," tambahnya.

Sementara di Semarang ketika menghadiri peresmian pengalihan 10% participating interest blok Cepu ke 4 BUMD, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah sedang melihat masalah ini apakah disebabkan salah kebijakan, operasioanl atau kecelakaan.

"Kalau saya lihat pembangkit di Jawa memakai batubara sebagai bahan bakar. Saat ini
cuaca memang sangat buruk ombak besar, angin, badai. sehingga pasokan batubara ke sejumlah PLTU sangat terganggu. Akibatnya kapal pembawa batubara tidak bisa merapat," ungkap Purnomo.

Menurut Purnomo, di PLTU Tanjung Jati B sekarang kapalnya sudah ada di dermaga, tapi itu pun tidak bisa merapat karena cuaca buruk.

"Jadi murni faktor cuaca. saat ini kita masih punya 5000 mega watt sebagai cadangan sementara peak load itu 13.000 MW," jelas Purnomo. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads