PLTU Tanjung Jati B Masih Krisis Batubara

PLTU Tanjung Jati B Masih Krisis Batubara

- detikFinance
Jumat, 22 Feb 2008 18:30 WIB
Jakarta - Kondisi pasokan batubara PLTU Tanjung Jati B kembali kritis. Batubara yang ada hanya cukup sampai besok pagi, Sabtu (23/2/2008) pukul 06.30 WIB.

Namun GM P3B PLN Jawa Bali Mulyo Adji menjelaskan, pasokan daya untuk sistem listrik Jawa Bali diperkirakan akan aman karena beban puncak pada akhir minggu biasanya menurun.

"Tidak ada pemadaman, karena beban puncak pada Jumat sampai Minggu turun," katanya ketika dihubungi wartawan, Jumat (22/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pada hari biasa beban puncak mencapai 15.325 MW, maka pada hari Jumat turun jadi 14.975 MW. Lalu turun lagi pada Sabtu menjadi 14.400 MW dan mencapai titik terendah pada hari Minggu menjadi 13.800 MW.

Muljo menjelaskan, stok batubara PLTU Tanjung Jati B saat ini tinggal 3.276 ton. Sementara untuk beroperasi penuh, pembangkit berkapasitas 1.320 MW ini butuh sekitar 11 ribu ton.
 
Karena PLTU Tanjung Jati B saat ini tidak beroperasi penuh, jadi hanya butuh sekitar 3.000 ton. Tapi dengan stok yang ada, pembangkit ini terancam berhenti operasi jika tambahan batubara tidak kunjung datang.
 
Kepala Humas PLN Ario Subijoko mengakui, kapal pengangkut batubara untuk PLTU Tanjung Jati B memang tidak bisa merapat di tempat tujuan. Akhirnya batubara pun dibongkar muat di Semarang, dan dibawa ke lokasi Tanjung Jati di Jepara dengan puluhan truk.
 
Kapal yang tidak bisa bersandar di Tanjung Jati B membawa batubara sebanyak 60.000 ton. Sebanyak 10.000 ton diantaranya terpaksa diangkut dengan truk.
 
"Tanjung Jati sekarang beroperasi 250 MW. Mungkin tinggal satu hari," katanya.
 
Selain itu, kondisi PLTU Cilacap yang dikelola PT Segara Sumber Prima saat ini juga mendebarkan. Stok yang tersisa tinggal 5.000 ton dan diperkirakan hanya bisa bertahan sampai tanggal 24 Februari. Padahal, tambahan pasokan diperkirakan baru datang besok malam.
 
"Saat ini yang beroperasi hanya satu unit. Satu unit lainnya sedang overhall," kata Direktur Operasi PT Segara Sumber Prima ketika dihubungi.
 
Untuk menggerakkan satu unit itu dibutuhkan sekitar 2.000 ton batubara. Kapasitas PLTU Cilacap sekitar 600 MW dengan kebutuhan normal batubara 6.000 MW. Tapi dari data PLN terakhir, pembangkit ini hanya menghasilkan 160 MW.
 
Beberapa pembangkit PLN terganggu karena pasokan yang terhambat cuaca. Dirut PLN Eddie Widiono menjelaskan, PLN akan meningkatkan stok bahan bakarnya baik BBM atau batubara.
 
Jika selama ini sekitar 22 hari, akan ditingkatkan menjadi 1-1,5 bulan. "Ternyata stok dua minggu tidak cukup, kita naikkan jadi satu bulan. Tentu saja ini tambah biaya," katanya disela-sela peresmian gedung PLN hari ini.
 
Sebelumnya Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dengan jelas menginstruksikan PLN untuk meningkatkan stok bahan bakarnya menjadi satu bulan.
 
"Saya instruksikan dari supply side management, PLN harus terus meningkatkan pasokannya. Kita harap pasokan bisa mencapai 30 hari," katanya dalam jumpa persnya kemarin.
(lih/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads