Industri Semen Masih Meyakinkan

Industri Semen Masih Meyakinkan

- detikFinance
Sabtu, 23 Feb 2008 11:10 WIB
Bogor - Produsen semen masih optimis bahwa pertumbuhan industri semen akan masih tumbuh 6% pada tahun ini dan lima tahun kedepan.

Optimisme itu didasarkan oleh masih rendahnya tingkat konsumsi semen perkapita Indonesia, makin turunnya suku bunga dan semakin menggeliatnya sektor konstruksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam acara Media Workshop PT Semen Gresik (persero) Tbk, Bogor, Jumat Malam (22/2/200).
 
"Pencapaian kapasitas produksi hingga 47 juta ton tahun ini bukan tidak mustahil akan tercapai, yang akan melampau tahun yang hanya 45 juta ton. Terutama didorong oleh adanya penambahan kapasitas beberapa produsen," katanya.

Soetjipto mengatakan, tingkat konsumsi semen per kapita Indonesia per tahun masih jauh tertinggal yang mencapai 145 kg per tahun. Hal ini masih jauh tertinggal dengan nagara-nagara lain misalnya Korea yang mencapai 958 kg per tahun, China 790 kg per tahun disusul oleh Singapura yang mencapai 655 kg per tahun.
 
"Potensi konsumsi semen per kapita kita masih bisa tumbuh, sehingga berpotensi menyamai dengan yang lain," katanya. Peningkatan konsumsi ini tidak terlepas dari meningkatnya GDP per jiwa orang Indonesia yang terus naik. Misalnya dari tahun 2000 hingga 2006 telah terjadi kenaikan dari US$ 2.921 menjadi US$ 4.020.
 
Untuk masalah suku bunga, ia yakin dengan rendahnya tingkat suku bunga akan mendorong konsumsi semen dalam negeri dan mendorong juga kapasitas produksi.
 
"Semakin rendah tingkat suku bunga maka semakin besar pengembangan perumahan dan bidang komersial," katanya.
 
Menurutnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan proyek jalan tol dan pembangunan properti bisa mendukung peningkatan konsumsi semen dalam negeri yang lebih tinggi.
 
Tahun 2007 lalu tingkat konsumsi semen dalam negeri mencapai 34,2 juta ton dengan produksi 35 juta ton sedangkan kapasitas terpasangnya mencapai 45,1 juta ton hal ini dicapai karena tingkat utilisasinya 78%.
 


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads