Hal tersebut disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Djoko Slamet Suryoputro dalam media gathering di Medical Spa Resort Ciater, Subang, Jawa Barat, Jumat (22/2/2008) malam.
"Potensi pajak masih banyak, puluhan juta orang belum ber-NPWP, 25-30 juta itu dia mampu untuk mempunyai NPWP," ujarnya.
Menurutnya 25-30 juta itu sudah masuk kategori untuk memperoleh NPWP. "Mengisi NPWP itu gampang, yang susah jujurnya," ujarnya sambil tersenyum.
Pajak di Indonesia merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang paling stabil angkanya. Pertumbuhan penerimaan pajak selalu naik dari tahun ke tahun, tidak seperti sumber penerimaan negara dari sektor lain misalnya BUMN yang kadang setoran dividen atau labanya naik turun tergantung situasi ekonomi.
"Coba anda lihat growth (pertumbuhannya), hanya dari pajak lah yang paling stabil," ujarnya setengah berpromosi.
Soal administrasi perpajakan ini memang banyak disoroti oleh berbagai kalangan termasuk Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution yang mengaku memiliki 5 NPWP.
Namun Ditjen Pajak berjanji untuk membenahi itu semua, di masa lalu memang banyak nada-nada miring soal pajak. Di masa lalu banyak ketidakpercayaan di pajak.
"Soal trust di masa lalu ya kita tahu. Sekarang kita balikkan, mulai dengan modernisasi, yang lalu sudah lah kita kubur jauh-jauh, KKN dan lain-lain," ujarnya.
Dana yang dikumpulkan lewat pajak ini digunakan untuk membangun jalan, membayar subsidi BBM, angkutan, dan fasilitas lainnya yang dibiayai negara. Djoko pun mengaku heran dengan kebiasaan warga Jakarta yang membangun portal di jalan sekitar rumah warga.
"Kok jalan ditutup pakai portal? Itu salah, wong itu jalannya pembayar pajak," ujarnya.
(ddn/qom)










































