Pertumbuhan ini mengalahkan pertumbuhan konsumsi semen di Pulau Jawa yang hanya rata-rata 5,1% yaitu dari 13,9 juta ton pada 2000 sampai 19,7 juta ton pada 2007.
Hal ini diutarakan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam acara Media Workshop PT Semen Gresik (persero) Tbk, Bogor, Jumat Malam (22/2/200).
"Permintaan semen di luar Jawa memang 5 tahun terakhir lebih baik, ini dipicu oleh mulai meratanya pembangunan. Sehingga ini suatu yang menarik untuk diperhatikan untuk bangun pabrik baru," imbuhnya.
Selain Kalimantan yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, Sumatra pun mengalami pertumbuhan yang cukup baik yaitu mencapai rata-rata 8% dari konsumsi tahun 2000 yang hanya 4,7 juta ton menjadi 8 juta ton pada 2007.
Sedangkan wilayah Sulawesi mengalami pertumbuhan rata-rata 6,9% dari konsumsi sebelumnya 1,3 juta ton pada tahun 2000 menjadi 2,1 juta pada 2007 dan diikuti oleh Kawasan Indonesia timur yang hanya tumbuh rata-rata 6% saja dari 1,6 juta ton dari 2000 sampai 2,4 juta ton pada 2007.
"Semakin baiknya pertumbuhan di luar Jawa Semen Gresik akan memantapkan pembangunan pabrik di luar Jawa, Sumatra tumbuh bagus," kata Dwi.
Untuk itu sekarang ini Semen Gresik Grup sedang mengkaji penambahan pabrik baru di bawah Semen Padang. "Kita masih kaji sejauh mana potensinya, kalau feasibel ya akan lakukan," ungkapnya.
"Pada dasarnya pembangunan pabrik baru bukan hanya dilihat dari ukuran petumbuhan yang tinggi tetapi harus dilihat aspek ekonomisnya," tambahnya.
Menurutnya dalam pembangunan pabrik baru perlu dilihat beberapa aspek penting seperti sumber bahan baku, pasar dan infrastruktur termasuk dalam hal kemudahan distribusi. "Hal itu lah yang kita cari titik tengahnya, untuk memutuskan pendirian pabrik baru di wilayah tertentu," ungkapnya.
Walaupun ia menegaskan kalau hal-hal tersebut terpenuhi, maka tidak perlu lagi menunggu lama untuk pembangunan pabrik.
(hen/qom)










































