"Saya barusan dikabari, tim Newmont yang bernegosiasi menyatakan negosiasi hari ini sudah selesai. Tapi saya tidak diberitahu bagaimana hasilnya," ujar PR Manager Newmont Nusa Tenggara Rubi W Purnomo dalam jumpa pers di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (26/2/2008).
Perjalanan negosiasi antara Newmont dan pemerintah berliku-liku. Dalam surat lalai (default) yang diajukan pemerintah pada 11 Februari lalu, NNT diminta segera menyelesaikan divestasi sahamnya paling lambat Jumat (22/2/2008).
Hingga larut malam, negosiasi pada Jumat itu tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Keduanya pun sepakat memperpanjang masa negosiasi hingga hari ini. Namun tidak dijelaskan, apakah negosiasi hari ini menghasilkan kesepakatan atau tidak.
Berdasarkan kontrak karya, NNT harus mendivestasikan sahamnya secara bertahap sampai 51 persen. Yang sudah ditawarkan adalah 3 persen saham di 2006 dan 7 persen saham di 2007.
Sebelumnya disepakati 3 persen saham 2006 akan dijual pada Pemda Kabupaten Sumbawa, dan 7 persen akan dilepas pada Pemda Nusa Tenggara Barat dan Pemda Kabupaten Sumbawa.
Negosiasi pada hari Jumat mengalami kebuntuan setelah pemerintah mengetahui bahwa seluruh saham NNT ternyata digadaikan untuk mendapatkan pinjaman US$ 1 miliar.
(lih/ddn)










































