Untuk itu, pemerintah melakukan debottlenecking atau pembenahan secara khusus di beberapa wilayah tertentu.
Hal tersebut disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono dalam Seminar Transportasi di Hotel Aston, Jakarta, Selasa (27/2/2008).
Ia mencontohkan, terjadinya penumpukkan truk di jalur Jawa Sumatera, kecelakaan yang beruntun, dan jalur ekonomi yang tidak memadai. Itu semua akhirnya membuat eksportir, importir atau pelaku ekonomi menanggung biaya yang lebih tinggi dari biasanya.
"Dampaknya menghambat logistik dan berkibat ke penurunan pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus penurunan daya saing kita," katanya.
Hal ini terbukti dari sebuah survei yang dikeluarkan World Economic Forum di 2008. Indonesia menempati posisi ke-54 dari 131 negara yang disurvei dalam hal daya saing. Bahkan dalam salah satu indikatornya, yaitu kualitas pelayanan infrastruktur, ranking Indonesia malah merosot ke level 91.
"Karena itu percepatan perbaikan wajib segera dilakukan," katanya.
Program debottlenecking antara lain difokuskan di daerah Cikarang, Jababeka. Lalu pembangunan tol dari Cibitung langsung ke Tanhung Priok, dan beberapa akses di Tanjung Priok.
"Mungkin akan selesai tahun depan," katanya.
Sementara Direktur Transportasi Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Bambang Prihartono menjelaskan, sektor infrastruktur sudah menjadi prioritas pembangunan pemerintah pada tahun 2007 dan 2008.
Sedangkan pada 2009, infrastruktur hanya akan jadi sektor penunjang pertanian dan perekonomuan.
"Memang pada 2009 kami memfokuskan pelayanan pada masyarakat," katanya. (lih/qom)










































