Pasar Syariah Terus Berputar

Pasar Syariah Terus Berputar

- detikFinance
Selasa, 26 Feb 2008 15:54 WIB
Hong Kong - Pasar keuangan syariah kian menunjukkan tajinya. Dalam tiga tahun terakhir pasar syariah tidak menunjukkan tanda perlambatan bahkan berkembang secara global sekitar 15% per tahun.

Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan kemakmuran di negara Timur Tengah yang mengalami booming harga minyak.

Demikian disampaikan lembaga rating internasional Moody's Investors Service dalam laporan khusus dengan judul '2007 review and 2008 outlook: Islamic Finance' yang ditulis oleh Dominique Gribot-Carroz, Moody’s AVP Hong Kong dan Faisal Hijazi, analis di London, Selasa (26/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Psar keuangan syariah saat ini diperkirakan sebesar US$ 700 miliar secara
global, dan sukuk atau obligasi syariah merupakan segmen dengan pertumbuhan terbesar
dan volume mencapai US$ 97,3 miliar sepanjang 2007.

"Secara global, kami memperkirakan bahwa penerbitan sukuk akan mencapai sekitar 30-35%
per tahun," ujar Gribot-Carroz.

Penerbitan sukuk masih akan berkutat di negara teluk, Afrika Utara dan Asia Pasifik. Penerbitan sukuk dengan denominasi mata uang Asia mengalami pertumbuhan hampir 50% atau mencapai US$ 65,3 miliar di tahun 2007 dari US$ 43,6 miliar di 2006.

Malaysia masih tetap memimpin di pasar syariah dengan menawarkan kondisi yang lebih kondusif untuk pertumbuhan syariah dan merupakan pasar domestik terbesar di seluruh dunia.

Penerbitan sukuk berdenominasi ringgit yang diterbitkan di tahun 2007 setara dengan
US$ 64,4 miliar atau 66% dari total penerbitan secara global hingga 31 Desember 2007.

Di kawasan Asia Pasifik lainnya yakni Jepang, sukuk juga terus tumbuh, pemerintah Jepang merencanakan untuk mengeluarkan sukuk di tahun 2008 dengan nilai berkisar antara US$ 300 juta dan US$ 500 juta.

Singapura juga mempertimbangkan untuk menerbitkan sukuk di tahun 2008, sementara di Hong Kong pemerintah juga memberikan dukungan terhadap perkembangan syariah.

Sukuk di Indonesia

Meskipun UU perbankan syariah dan sukuk belum disahkan DPR, Moody's memperkirakan pertumbuhan pasar syariah walaupun kecil akan menjadi signifikan di tahun-tahun
mendatang. Hal yang sama terjadi di Pakistan.

Walaupun jika dibandingkan dengan total aset perbankan secara nasional, perbankan syariah di Indonesia masih menempati porsi yang kecil. Namun Moody’s percaya akan mengalami pertumbuhan yang signifikan di masa depan dan ini juga akan membawa dampak
terhadap penerbitan sukuk.
(ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads