Menkeu Minta Aparatnya Kembalikan 'Amplop' dari Pemda

Menkeu Minta Aparatnya Kembalikan 'Amplop' dari Pemda

- detikFinance
Selasa, 26 Feb 2008 17:12 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta aparatnya untuk mengembalikan 'amplop' yang diterimanya dari Pemda ketika melakukan perjalanan ke daerah.

"Saya minta anda kembalikan amplop itu dengan tanda serah terima, tidak pantas, dan tidak seharusnya anda menerima satu sen pun dari pemerintah daerah," ketus Menkeu.

Hal itu disampaikannya saat berpidato di acara pelantikan 19 pejabat esselon II di Graha Sawala, Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (26/2/2008).

"Tugas kita telah dipenuhi oleh seluruh resources yang dimiliki di Depkeu tidak seharusnya anda merasa mempunyai privillege untuk menerima, meski anda tidak meminta," imbuhnya.

Menurut Menkeu, pesan yang diberikannya ke aparat Ditjen Perimbangan Keuangan ini juga diberikannya kepada aparat bea cukai.

"Karena di Ditjen bea cukai merasa kalau tidak meminta tapi menerima saja itu dianggap halal, itu adalah tidak halal," cetusnya.
 
Menkeu juga mengimbau seluruh jajarannya untuk menjalankan tugas pengelolaan dengan baik dan bertanggungjawab menurutnya tugas yang dijalankan oleh Depkeu saat ini tidakk mudah karena berada dalam lingkungan yang terus berubah.
 
"Tugas dan tanggung jawab Departemen Keuangan dalam mengelola keuangan negara tidak semakin ringan, pejabat yang dilantik hari ini pada Ditjen Bea dan Cukai, Kekayaan negara, Perimbangan Keuangan dan BKF memiliki fungsi sangat penting untuk ikut menjaga kelangsungan keuangan negara kita sehingga menjadi faktor yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
 
Direktorat Bea dan Cukai yang paling banyak dilantik pejabat esselon II-nya yaitu sebanyak 14 orang mendapat beberapa sorotan dari Menkeu.

"Reformasi di Bea dan Cukai merupakan program milik masyarakat karena program sudah disampaikan ke masyarakat dan minta anggaran negara untuk membiayai reformasi itu," katanya.
 
Menkeu mengatakan 2 program yang ditonjolkan untuk Bea dan Cukai adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama dan National Single Window (NSW).

"Presiden ketika hadir di ruangan ini beberapa hari lalu mengatakan silahkan melakukan tindakan apapun yang diperlukan bahkan radikal sekalipun akan beliau dukung, asal mencapai tujuan yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam format faster, cheaper, better. Anda semua ada di front itu," cetusnya.
 

(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads