Di Belgia, VIY2008 Bersaing Keras dengan Incredible India

Laporan dari Charleroi

Di Belgia, VIY2008 Bersaing Keras dengan Incredible India

- detikFinance
Rabu, 27 Feb 2008 12:43 WIB
Di Belgia, VIY2008 Bersaing Keras dengan Incredible India
Charleroi - Pariwisata Indonesia dengan bandrol VIY2008 kali ini dijajakan di Idees Vacant - Charleroi Expo, Belgia, 19-24 Februari 2008. VIY2008 harus bersaing keras dengan Incredible India.

Promosi VIY2008 yang dimotori KBRI Brussel itu tetap mengandalkan seni budaya Indonesia, dengan tarian dan musik gamelan Bali sebagai item utama. "Publik membludak di stan kami yang luasnya 53m2," Korfungsi Infosbud PLE Priatna menuturkan kepada detikcom, Rabu (27/2/2008).

Di forum Idees Vacant itu VIY2008 harus bersaing langsung melawan India dengan Incredible India-nya, yang letaknya berdekatan. Saingan keras lainnya datang dari Tunisia yang menjual paket wisata menarik. Tunisia bahkan membuka galeri cenderamata keramik, yang dibagikan cuma-cuma kepada pengunjung.

"Meskipun demikian VIY, terutama Bali, tetap menyedot perhatian," ujar Priatna.

Disebutkan bahwa sesi workshop mengenai gamelan dan tarian ternyata cukup seksi untuk mengundang publik memberi perhatian kepada Indonesia. Para penari dan pemusik gamelan tidak ada yang dari Jakarta, melainkan dari sanggar gamelan Bali "Saling Asah" di Brussel, yang dibina KBRI dengan mayoritas pemain orang-orang bule Belgia.

Selain Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa (UE) Nadjib Riphat Kesoema, juga hadir di stan VIY2008 tersebut Messenger de Colombe dari pemerintah daerah Stavelot yang akan memberi gelar bangsawan dari Stavelot kepada Dubes Nadjib Riphat Kesoema pada 2/3/2008 yang akan datang.

Promosi VIY2008 oleh KBRI Brussel sebelumnya telah digelar di kota Lanaken (21/2/2008), yang telah dihadiri Mendagri Wilayah Vlaams dan Urusan Integrasi Vlaanderen Marino Keulen dan di kota Brugge dengan Indonesia Travel Days (5–6/1/2008) sebagai kick off.

"Melalui medium seni budaya, kita dekatkan Indonesia kepada masyarakat luas, people to people contact. Dengan cara interaktif, kita bangun perhatian dan rasa ingin tahu mereka, dari people on the street tingkat yang paling bawah hingga kantor para wakil rakyat Belgia," demikian Priatna.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads