Demikian disampaikan oleh Menteri Perekonomian Boediono dalam acara raker Departemen Perindustrian, dengan tema peningkatan daya saing industri nasional melalui konsolidasi pelaksanaan pengembangan klaster dan kompetensi inti daerah, di Hotel Borobudur, Rabu (27/2/2008).
"Indonesia harus pandai memanfaatkan peluang potensi pasar yang terbentuk dari global supply chain. Sekarang ini kita tidak bisa melaksanakan proses keseluruhan proses di satu negara. Kemungkinan dari global supply chain akan mendapatkan sebagian, tetapi itu pun omzetnya besar," katanya.
Menurutnya, jaringan produksi global nantinya akan berada diberbagai lokasi. Namun rangkaian produksi akan dikaitkan dengan suatu sistem logistik yang efesien.
Namun untuk bisa masuk dalam jaringan global itu, kata Boediono, maka diperlukan perbaikan infrastruktur.
"Infrastruktur itu harus dilakukan perbaikan, sangat penting menentukan yang merupakan salah satu elemen dalam sistem logistik nasional, hal ini menentukan usaha kita untuk berproduksi secara efisien untuk semua sektor bukan hanya industri, terkait pasar global," paparnya.
Ia juga mendorong pengembangan industri manufaktur seharusnya dikembangkan pada sektor industri yang memiliki kekuatan pendukung dan memiliki keunggulan kompetitif terutama untuk sektor industri sumber daya alam dan energi.
(hen/qom)











































