Demikian disampaikan oleh Dirjen IKM Depperin Fauzi Aziz dalam acara raker Departemen Perindustrian, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/2/2008).
"Tahun ini tahap persiapan, mudah-mudahan tahun 2009 bisa dilaksanakan, saya mengutamakan kesiapan daerah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa saya prioritaskan bagi daerah yang sudah memiliki tataruang yang jelas, karena kalau tidak jelas bisa akan terjadi penggusuran, siapa yang bisa jamin kalau Cibaduyut masih akan tetap ada, ya pemdanya. Makanya hal ini yang akan saya mau sosialisasikan," katanya.
Sementara itu faktor lokasi bisa menjadi hal penting terutama mudah dijangkau dengan kendaraan besar sehingga akan memudahkan proses distribusi.
"Selain itu yang paling penting adalah adanya homogenitas dari produknya dan komitmen dari pemerintah setempat," ujarnya.
OVOP merupakan programΒ peningkatan efektifitas kinerja IKM yang digariskan oleh Depperin yang merupakan tindak lanjut dari inpres No. 6 tahun 2007 soalΒ percepatan pengembangan sektor riil dan peningkatan sektor mikro, kecil dan menengah.
Dari OVOP diharapkan bisa mengangakat potensi suatu daerah dalam bidang tertentu yang nantinya bisa diharapkan bisa menghasilkan produk IKM yang berkualitas global yang tentunya produk yang unik dari daerah tertentu. Yang tidak kalah pentingnya adalah pemanfaatan sumber daya lokal.
Pengertian daerah disini tidak cuma melulu hanya sebatas desa tapi bisa juga meningkat ketingkat yang lebih tinggi teramasuk tingkat kota atau kabupaten.
Dalam OVOP yang akan menjadi patokakan adalah kompetensi daerah tertentu terhadap produk dan berbasiskan sentra. Untuk itu akan dicari IKM-IKM yang bisa cukup mewakili kompetensi dari produk yang merupakan unggulan.
(hen/ir)











































