Subsidi kedelai termasuk program tambahan jangka pendek yang disiapkan sebesar Rp 500 miliar yang masih harus dibahas di DPR dengan dana subsidi lainnya seperti listrik dan lain-lain.
Demikian disampaikan oleh Dirjen IKM Departemen Perindustrian Fauzi Aziz, pada saat
acara raker Depperin di Hotel Borobudur, Rabu (27/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga mengenai dana verifikasi yang dibutuhkan dalam mendata perajin tahu tempe, masih membutuhkan kejelasan ketersedian dana yang disiapkan untuk Badan Pusat Statistik (BPS), yang jumlahnya sebesar Rp 25 miliar.
Untuk itu ia mengharapkan dana verfikasi berada di bawah kewenangan Meneg Koperasi dan UKM. "Hingga kini mekanisme penyaluran kredit kedelai masih dalam tahap perbaikan dan pemantapan," katanya.
Fauzi juga tidak terlalu khawatir mengenai pasokan kedalai. Sebab menurutnya pasokan kedelai akan masih bisa di suplai hingga bulan Mei dan juni, terutama setelah adanya kepastian panen dari negara produsen kedelai yaitu Argentina.
"Kita hanya bisa menunggu persetujuan APBNP, tapi kita berharap bulan Maret subsidi kedelai sudah bisa cair, saya tidak tahu kapan persetujuannya karena saya tidak ikut membahas, " katanya.
Namun Fauzi juga menggaris bawahi setelah adanya persetujuan dari APBNP, dana subsidi kedelai tidak langsung mengucur, ia mengatakan perlu beberapa waktu lagi untuk membahasnya.
(hen/ir)











































