"Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya margin dan biaya bunga rendah," ujar Presiden Direktur HERO, Ipung Kurnia, dalam keterbukaan informasi ke BEI, Jakarta, Rabu (27/2/2008).
Ipung mengatakan, pencapaian tersebut juga didorong oleh penambahan gerai baru, memperkenalkan supermarket Giant dan perampingan fungsi operasi dan support.
"Pada tahun 2007, kami telah melakukan re-branding atas 16 supermarket Hero menjadi Giant, membuka 9 Giant baru, dan membuka masing-masing 30 Guardian dan Starmart," ulas Ipung.
Per Desember 2007, HERO telah memiliki 17 Giant Hypermarket, 80 Hero supermarket, 25 Giant Supermarket, 155 Guardian Apotek, toko kesehatan dan kecantikan, serta 98 mini market Starmart dan Mini Mitra. (dro/qom)











































