Namun tidak dengan Honda Motors. Pabrikan mobil Jepang ini tetap tak mau memroduksi mobil murah dengan alasan tak mau mengesampingkan faktor keamanan.
"Honda tidak akan membuat mobil dengan harga yang murah," kata Takeo Fukui, Presiden dan CEO Honda seperti dikutip dari AFP, Kamis (28/2/2008).
Produsen mobil terbesar kedua di Jepang ini tetap mengutamakan produksi mobil yang aman dan ramah lingkungan.
"Saya tidak berpikir konsumen India akan membeli mobil yang lebih murah namun juga kualitasnya buruk," ujarnya.
"Apakah itu di pasar India ataupun China, saya percaya bahwa seni keamanan dan teknologi yang ramah lingkungan adalah hal yang penting untuk produk kami," imbuhnya.
Mobil murah, Tata Nano akan segera meluncur di India pada semester II-2008. Tata Motors bersikukuh meski Tata Nano murah, namun keamanannya tetap terjamin serta ramah lingkungan. Tata mengklaim Tata Nano telah memenuhi standar emisi Euro IV.
"Kami memperkecil paketnya, dan menggunakan baja serta material yang lebih sedikit. Kami mengubahnya menjadi mesin yang lebih kecil," ujar chairman Tata Group, Ratan Tata saat memperkenalkan si mungil itu Januari lalu.
Para analis memperkirakan mobil murah itu bakal laris manis di India, yang memiliki jumlah penduduk hingga 1,1 miliar orang. Sektor otomotif di India kini tumbuh sangat pesat sejalan dengan perekonomiannya yang sedang merekah.
(qom/ir)











































