"2 JVC tersebut adalah PTBA-PT Kereta Api (PT KA), dan PTBA-Trans Pacific-China Railway Engineering," ujar Direktur Utama PTBA, Sukrisno, usai jumpa pers di hotel JW Mariott, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2008).
JVC PTBA dengan PT KA akan memperbaiki dua jalur Tanjung Enim-Palembang 160 km dan Tanjung Enim-Lampung 416 km, untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. Nilai investasinya US$ 734 juta.
"Ditambah sekitar Rp 1,4 triliun untuk modal awal. Proyek ini diperkirakan selesai 2012. Dengan proyek ini diharapkan kapasitas angkutnya bisa capai 20 juta ton," ujar Sukrisno.
JVC PTBA dengan Trans Pacific dan China Railway Engineering akan membangun jalur khusus angkut batubara dari Tanjung Enim ke Lampung sepanjang 308 km. Nilai investasinya diperkirakan US$ 1 miliar.
"Jalur ini khusus untuk angkut batubara, jadi tidak dipakai umum seperti jalur lainnya. Targetnya bisa dipakai untuk mengangkut 20 juta ton per tahun. Diharapkan bisa operasi tahun 2011," papar Sukrisno.
Pendanaan 2 proyek ini akan dilakukan dengan komposisi 30% dana internal dan 70% dana eksternal.
"Misalnya, dalam JVC PTBA-PT KA, 30% akan menggunakan dana internal, sisanya eksternal, bisa dari pinjaman bank, maupun lainnya. Begitu juga dengan JVC PTBA-Transpacific-China Railway Engineering," jelas Sukrisno.
Saat ini, kapasitas produksi batubara PTBA di Tanjung Enim sebesar 20 juta ton per tahun. Dengan dua proyek ini, sekaligus membangun infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas produksi batubara.
"Jadi dalam dua proyek ini, selain untuk transportasi, juga untuk peningkatan kapasitas produksinya. Dari dua proyek ini diharapkan bisa capai 40 juta ton nantinya," ulas Sukrisno.
Sementara itu, target revenue PTBA di 2008 sebesar Rp 6,5-7 triliun. "Hal itu didorong oleh kenaikan harga batubara dan volume produksi," ujar Sukrisno.
(dro/qom)










































