Permintaan Keramik Naik Hingga 25%

Permintaan Keramik Naik Hingga 25%

- detikFinance
Kamis, 28 Feb 2008 18:24 WIB
Jakarta - Produsen keramik lokal pada awal tahun 2008 ini mengalami kelebihan permintaan. Hal ini dipicu oleh adanya perkembangan proyek properti yang mulai menggeliat dan mulai tumbuhnya sektor renovasi perumahan diawal tahun ini.
 
Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Ahmad Widjaya saat dihubungi detikFinance, Kamis (28/2/2008).
 
"Sejak akhir tahun hingga awal tahun ini produsen mengalami kelebihan permintaan dari sebelumnya 18-20 juta meter persegi per bulan menjadi 25 juta persegi per bulan," katanya.
 
Ahmad mengatakan hal ini menjadi tanda positif bagi industri keramik dalam negeri untuk menambah kapasitas produksi dan memaksimalkan utilisasi produksinya.
 
"Awal tahun ini juga ekspor mulai membaik, karena adanya permintaan yang bagus di wilayah Eropa Timur," ujarnya.
 
Bahkan pada tahun ini ia memperkirakan geliat sektor properti akan menanjak hingga 30%, sehingga dapat menopang permintaan keramik yang terus tumbuh.
 
"Pada tahun ini akan kita tingkatkan utilisasi dari 70% hingga 80% untuk memenuhi permintaan yang tinggi," katanya.
 
Namun ia tetap menggarisbawahi geliat industri keramik yang mulai bagus ini harus tetap didukung oleh sektor energi yang cukup seperti pasokan gas dan suplai listrik.
 
"Hingga 2 bulan berjalan di tahun 2008 ini masalah gas belum ada masalah, namun memang listrik masih menjadi hal yang perlu dikuatirkan," ucapnya.
 
Ia mencontohkan beberapa wilayah kawasan industri keramik seperti Banten masih bermasalah dengan listrik.

"Di Banten ada 12 pabrik, walaupun listrik hanya menopang 10% dari kebutuhan proses produksi keramik, dampaknya penting," katanya.
 
Ia juga masih heran dengan sikap perbankan nasional yang masih melihat industri keramik dalam katagori industri sunset. "Padahal untuk ekspansi kita butuh modal, salah satunya dari perbankan," paparnya.
  (hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads