Langkah itu merupakan implementasi sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam usaha menurunkan tingkat kemiskinan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Boediono saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (28/2/2008).
"Memang daerah kuncinya, dan PNPM itu adalah program yang benar-benar langsung menukik ke daearah, uangnya langsung dikirm di kecamatan dan kecamatan itu saling kompetisi antar desa, mana yang mengusulkan proyek terbaik," tuturnya.
Adapun dana yang dikucurkan untuk PNPM ini dikatakan Boediono tidak kecil, dananya antara Rp 1,5 hingga 3 miliar per desa yang diusung melalui kecamatan tersebut.
Jadi Boediono meminta peran pemerintah daerah dalam menjalankan program ini dapat serius, sehingga tingkat kemiskinan di daerah dapat perlahan berkurang.
Sementara mengenai angka kemiskinan, Boediono mengatakan pemerintah selama ini berpegang kepada angka yang dikeluarkan oleh BPS. "Mereka (BPS) yang paling bagus surveinya," imbuhnya. (dnl/qom)










































