Ketiga perusahaan itu adalah PT Sinar Cahaya Cemerlang Jaya (SCCJ), PT Mitra Gemilang Sejahtera (MGS) yang berlokasi di Serang, PT Multimedia Replika Plastikatama (MRP) di Tangerang.
Demikian disampaikan oleh Direktur Kimia Hilir Ditjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian Tony Tanduk saat dihubungi oleh detikFinance, Kamis (28/2/2008).
"Ini kita sudah lakukan, dan sekarang mereka sudah masuk dalam tahap pengadilan, yang merupakan bukan kewenangan kami," katanya.
Menurut Tony ketiga produsen itu telah melanggar ketidakpatuhan perusahaan karena fasilitas mould (cetakan) pada injection moulding tidak bisa dibuka sehingga berpotensi besar menghilangkan akses kode produksi (SID code) pada mesin.
"Berdasarkan inspeksi dan monitoring sektiar 395 eksemplar sampel cakram optik dari ketiga perusahaan telah diperiksa, sementara 122 sampel telah diambil oleh asosiasi rekaman dunia (International Federation of The Phonographic Industry/IFPI) untuk dilakukan penelitian forensik. Dari bukti-bukti ini produksi mereka diketahui menyalahi prosedur baku," ujarnya.
Ketiga produsen tersebut memiliki total kapasitas terpasang sebesar 84 juta keping per tahun. Sedangkan total produk cakram optik ilegal yang diproduksi pada tahun lalu diperkirakan mencapai 70% dari total kapasitas terpasang atau sekitar 58,8 juta keping.
"Karena cakram optik mereka ilegal maka tidak membayar PPN 10%. Sehingga kerugian negara dari pembajakan yang dilakukan ketiga produsen tersebut mencapai sekitar Rp 88,2 miliar. Ini baru tiga perusahaan saja," ucapnya.
Ketiga perusahaan ini akan terancam terkena sanksi pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar sesuai ketentuan UU Hak Cipta No. 19/2004.
Berdasarkan data Depperin terdapat 27 perusahaan cakram optik yang terdaftar secara legal dengan total kapasitas terpasang mencapai 439 juta keping per tahun.
Cakram optik adalah salah satu komoditas dalam kelompok industri kimia hilir yang menggunakan bahan baku polycarbonate (salah satu produk hilir polietilena/PE). Saat ini Indonesia masih mengimpor 100% polycarbonate.
(hen/qom)











































