Harga Pangan Sereal Dunia akan Terus Meningkat Tahun 2008

Laporan dari Roma

Harga Pangan Sereal Dunia akan Terus Meningkat Tahun 2008

- detikFinance
Jumat, 29 Feb 2008 14:07 WIB
Roma - Sepanjang tahun 2008 ini harga pangan sereal dunia akan terus meningkat. Harga gandum dunia pada Januari telah meningkat 83% dibanding harga pada bulan yang sama tahun lalu.

Demikian siaran pers Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang diterima detikcom melalui Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin Jumat (29/2/2008) pagi ini Waktu Eropa Tengah (CET).

Menurut FAO, meskipun tahun 2008 ini diduga akan terjadi kenaikan memadai terhadap produksi sereal dunia, namun kenaikan produksi tersebut tidak menyebabkan harga produk sereal menjadi turun, bahkan diduga harga sereal dunia akan terus naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan kenaikan produksi didasarkan pada kondisi cuaca yang menguntungkan di wilayah penghasil utama sereal seperti di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Sementara akibat keterbatasan stok sereal dunia dan meningkatnya permintaan dunia akan sereal merupakan dua hal yang menyebabkan harga produk ini terus meningkat. Sebagai contoh harga gandum dunia pada Januari 2008 meningkat 83 % dibanding harga pada bulan yang sama tahun yang lalu.

Lebih lanjut dikemukakan bahwa di beberapa negara yang berpendapatan rendah dan defisit pangan pada tahun 2007/2008 ini diperkirakan akan mengimpor pangan sereal 2% lebih rendah dibandingkan kurun waktu sebelumnya.

Sementara biaya yang dikeluarkan untuk impor tersebut akan meningkat sekitar 35% akibat adanya peningkatan harga. Di beberapa wilayah di Afrika diduga akan mengalami dampak negatif yang lebih berat akibat kenaikan harga sereal ini.

Untuk mengurangi dampak negatif kenaikan harga sereal terhadap konsumsi pangan domestik, maka FAO meminta baik negara pengimpor maupun pengekspor untuk dapat mengambil kebijakan-kebijakan seperti menerapkan tarif impor yang rendah, meningkatkan subsidi pangan, dan melarang atau mengurangi pajak ekspor bahan pangan dasar. (es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads