Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai jumpa pers usai rapat pleno tahunan menteri-menteri di Kantor Departemen Perdagangan, Jakarta, Jumat (29/2/2008).
"Jadi tiap kelurahan akan dapat 2 liter dijual Rp 2.500 di bawah harga pasar untuk daerah yang banyak masyarakat berpendapatan rendah. Kedelai juga disubsidi, lalu raskin dari 10 kg sudah dtingkatkan jadi 15 kg. Kita terus pantau," ujarnya.
Untuk komoditas kedelai, pemerintah akan terus bekerja keras untuk menekan harga kedelai ke tingkat normal sebelum adanya kenaikan harga dengan menyusun mekanisme penyaluran subsidi kedelai dalam program stabilisasi harga (PSH) di tahun ini.
"Ini tunggu DPR untuk sahkan APBN-P 2008, kita bisa jalankan itu kita kerja keras untuk itu, kita sadari harganya masih tinggi dbanding tahun lalu ini sedang kita susun mekanismenya," ujarnya.
Dalam pemantauannya pada 1 bulan terakhir ini, Mari mengatakan harga kedelai dunia sudah sedikit turun, lalu di dalam negeri juga sudah terlihat dampaknya dikarenakan berbagai faktor antara lain penguatan rupiah dan dampak dari penghapusan bea masuk dan PPh.
Selain itu, mengenai lonjakkan harga minyak yang terjadi, hal ini menurut Mari harga komoditi mulai akan tertarik oleh kenaikan harga ini.
"Ini kenyatannya kita terus mencari mengoptimalkan instrumen yang sudah ada untuk meredam kenaikan, tapi yang paling penting adalah mencari program untuk mengatasi dampak itu pada kelompok kecil yang paling terkena, misalkan subsidi minyak goreng yang sudah bisa dijalankan," ujarnya.
(dnl/ddn)










































