Harga Gas Senoro dan Matindok Diusulkan Tanpa Batas Bawah

Harga Gas Senoro dan Matindok Diusulkan Tanpa Batas Bawah

- detikFinance
Jumat, 29 Feb 2008 16:43 WIB
Jakarta - PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) mengusulkan tak ada batas bawah untuk harga gas yang akan dibeli dari lapangan gas Senoro dan Matindok. Artinya, harga gas benar-benar akan mengikuti tren harga minyak di pasar dunia.
 
"Ada formulanya terseniri, dalam hal ini floor price (harga batas bawah) ditiadakan. Tapi keuntungannya untuk upstream (produsen gas) semakin tinggi harga minyak semakin tinggi harga gasnya," kata Dirut Pertamina EP Tri Siwindono
 
Ia menyatakan disela-sela jumpa pers Pertamina EP di kantornya, Gedung Kwarnas, Jakarta, Jumat (29/2/2008).
 
Pertamina memiliki saham sebesar 29% di DCLNG yang mengelola kilang. Sisanya didominasi Mitsubishi (51%) dan Medco (20%).
 
Kilang ini akan mengambil gas daru dua lapangan, yaitu Matindok yang dikelola 100% Pertamina dan Senoro yang dikelola Pertamina 50% dan Medco 50%.
 
Selama ini, formula harga batas bawah gas yang disepakati adalah US$ 3,85 per mmbtu dengan patokan harga minyak US$ 35 per barel. Usulan tanpa harga batas bawah itu sudah disampaikan ke BP Migas, dan kini tinggal menunggu hasilnya.
 
"Masih belum tahu apakah BP Migas menerima atau tidak. Kalau diterima kita langsung jalan," katanya.
 
Hasil dari kilang ini akan dibawa ke Jepang untuk dua pembelinya, yaitu Kansai Corp dan Toho Corp. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads