Demikian disampaikan Direktur Hulu Pertamina Sukusen Soemarinda dalam jumpa pers yang digelar di kantor Pertamina EP, Jakarta, Jumat (29/2/2008).
"Temuan ini tentu bisa menambah produksi Pertamina tahun ini," katanya.
Minyak dan gas yang ditemukan di sumur Pondok Makmur (PDM)-1 dan sumur Karang Enggal (KRE)-1 berasal dari batuan dasar (basement). Penemuan migas di Cekungan Jawa Barat Utara ini merupakan suatu eksplorasi baru dalam strategi perburuan hidrokarbon di Pulau Jawa.
Sumur eksplorasi RCJ - 1 terletak 4 km sebelah utara lapangan Pondok Tengah ditajak pada 10 Nopember 2007 dengan kedalaman akhir di 2.344 m dalam batuan dasar. Hasil uji produksi dalam Formasi Talangakar dan Pre-Talangakar diperoleh minyak sebesar 1.345 barel per hari dan 4,1 juta kaki kubik gas per hari.
Sementara sumur eksplorasi PDM-1 terletak 10 km disebelah timur lapangan Pondok Tengah, ditemukan pada 27 Nopember 2007, dengan kedalaman akhir di 3.050 meter dalam batuan dasar. Hasil uji produksi dalam batuan dasar diperoleh minyak sebanyak 3.096 barel per hari dan 3,9 juta kaki kubik gas per hari.
Sedangkan sumur KRE-1 terletak di Kabupaten Indramayu, ditemukan pada 7 Desember 2007 dengan kedalaman akhir di 3.200 m dalam batuan dasar. Hasil uji produksi yang dilakukan pada batuan dasar menghasilkan minyak 448 barel per hari dan 6 juta kaki kubik gas perhari.
Selain di ketiga sumur itu, Pertamina EP berencana melakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 22 sumur, penyelidikan seismik 2D sepanjang 2.229 km, dan 870 km2 survey seismik 3D. (lih/qom)











































