Suplai Pupuk Dunia Diduga Akan Surplus

Laporan dari Roma

Suplai Pupuk Dunia Diduga Akan Surplus

- detikFinance
Jumat, 29 Feb 2008 21:54 WIB
Roma - Antara kurun waktu 2007/2008 – 2011/2012 suplai pupuk (N, P, K) dunia diduga akan meningkat sekitar 34 juta ton dengan pertumbuhan pertahunnya sekitar 3 %.

Demikian pernyataan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang dilansir pada 26/2/2008 dalam laporan Current World Fertilizer Trends and Outlook to 2011/12, seperti disampaikan Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin kepada detikcom hari ini, Jumat (29/2/2008).

Disebutkan bahwa harga komoditi yang tinggi dalam 5 tahun ke depan merangsang upaya peningkatan produksi produk pertanian secara umum, yang hal ini secara langsung mendorong meningkatnya pemakaian pupuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketersediaan pupuk tersebut akan memenuhi permintaan pupuk dunia, yang pertumbuhannya diduga sekitar 1,9 % per tahunnya.

FAO merinci lebih lanjut bahwa akan terjadi peningkatan produksi total pupuk dunia dari 206,5 juta ton pada tahun 2007/08 menjadi 241 juta ton pada kurun waktu 5 tahun ke depan. Sementara kebutuhan pupuk meningkat juga dari 197 juta ton saat ini menjadi 216 juta ton pada tahun 2011/12.

Suplai pupuk N (Nitrogen) dunia diperkirakan akan meningkat 23,1 juta ton pada tahun 2011/12. Untuk pupuk P (Fosfor) meningkat sekitar 6,3 juta ton sedangkan pupuk K (Kalium) peningkatannya sekitar 4,9 juta ton.

Negara Afrika akan tetap sebagai ekportir utama pupuk P dan N sementara mereka juga akan menjadi pengimpor pupuk K. Konsumsi pupuk di Afrika akan terus didominasi oleh 10 negara besar dengan konsumen utamanya adalah Mesir, Afrika Selatan dan Marokko.

Negara Amerika Utara walaupun tetap merupakan suplai utama pupuk K, mereka akan tetap menjadi pengimpor pupuk N dan di wilayah ini diduga defisit pupuk P akan semakin meningkat.

Kondisi di Asia diduga akan mengalami surplus pupuk N tetapi banyak negara Asia akan mengimpor pupuk P dan K.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads