Aksi profit taking pun mewarnai perdagangan minyak sehingga harga minyak di perdagangan Jumat ditutup menjadi US$ 101,84 per barel.
"Harga komoditas naik karena pelemahan dolar yang terus terjadi," ujar analis dari Petromatrix Olivier Jakob seperti dikutip AFP, Minggu (2/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya pelemahan dolar itu, pembeli yang memiliki mata uang asing yang menguat terhadap dolar menambah pembelian minyak, hukum pasar pun terjadi, permintaan naik, harga ikut terkerek naik pula.
Di New York, setelah sempat mencapai US$ 103,05, untuk kontrak pengiriman bulan April, minyak light sweet crude ditutup pada US$ 101,84 dolar per barel. Sementara di London, minyak jenis Brent North Sea untuk kontrak pengiriman bulan April ditutup pada US$ 100,10 dolar.
Negara-negara penghasil minyak, OPEC, diperkirakan tidak akan mengubah produksi minyaknya lagi. OPEC akan bertemu minggu ini di Wina Austria. "Saya kira kami tidak akan berbuat apapun," ujar pejabat Menteri Perminyakan Libia Chukri Ghanem.
(ddn/ddn)










































