Harga Minyak di New York Akhirnya Tembus US$ 103

Harga Minyak di New York Akhirnya Tembus US$ 103

- detikFinance
Minggu, 02 Mar 2008 11:04 WIB
New York - Harga minyak mentah di pasar internasional New York AS akhirnya menembus rekor US$ 103 per barel. Pelemahan dolar kembali menjadi pemicu kenaikan harga minyak.

Aksi profit taking pun mewarnai perdagangan minyak sehingga harga minyak di perdagangan Jumat ditutup menjadi US$ 101,84 per barel.

"Harga komoditas naik karena pelemahan dolar yang terus terjadi," ujar analis dari Petromatrix Olivier Jakob seperti dikutip AFP, Minggu (2/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemahan dolar AS membuat harga-harga komoditas yang dijual berdasarkan harga dolar AS seperti minyak, menjadi lebih murah bagi para pembeli yang menggunakan mata uang asing seperti euro.

Dengan adanya pelemahan dolar itu, pembeli yang memiliki mata uang asing yang menguat terhadap dolar menambah pembelian minyak, hukum pasar pun terjadi, permintaan naik, harga ikut terkerek naik pula.

Di New York, setelah sempat mencapai US$ 103,05, untuk kontrak pengiriman bulan April, minyak light sweet crude ditutup  pada US$ 101,84 dolar per barel. Sementara di London, minyak jenis Brent North Sea untuk kontrak pengiriman bulan April ditutup pada US$ 100,10 dolar.

Negara-negara penghasil minyak, OPEC, diperkirakan tidak akan mengubah produksi minyaknya lagi. OPEC akan bertemu minggu ini di Wina Austria. "Saya kira kami tidak akan berbuat apapun," ujar pejabat Menteri Perminyakan Libia Chukri Ghanem.
(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads