Hotasi Nababan Dikabarkan Mundur dari Merpati

Hotasi Nababan Dikabarkan Mundur dari Merpati

- detikFinance
Senin, 03 Mar 2008 11:24 WIB
Jakarta - Hotasi Nababan dikabarkan tidak lagi menjadi Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sejak 3 Maret ini.

"Dirut Merpati per hari ini sudah diganti," kata sumber detikFinance, Senin (3/3/2008).

Mundurnya Hotasi ini sudah diketahui hampir seluruh karyawan. Namun tidak jelas, latar belakang pergantian Hotasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Manager Corporate Communication Corporate Secretary Division, PT Merpati Nusantara Airlines, Widodo Aryanto mengaku belum bisa menjelaskan kabar tersebut.

"Nanti jam 14.00 WIB akan ada pengumuman resmi dari perusahaan. Kita belum bisa menjelaskan karena belum ada dasar hukumnya," kata Widodo ketika dihubungi detikFinance.

Hotasi baru saja diangkat menjadi Dirut Merpati untuk keduakalinya pada 20 Juli 2007. Hotasi telah duduk di kursi dirut Merpati sejak tahun 2002.

Saat itu, Menneg BUMN Sofyan Djalil mempertahankan Hotasi Nababan sebagai Dirut Merpati dengan alasan dia paling mengetahui proses restrukturisasi utang Merpati. Dimasa kepemimpinanya, Hotasi sempat diterpa masalah sewa 2 pesawat dengan Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) senilai US$ 1 juta yang tidak kunjung datang. Kasus ini sendiri sudah dimenangkan oleh Merpati di Pengadilan AS.

Hotasi juga harus membereskan masalah utang sekitar Rp 1,8 triliun yang sedang dalam proses negosiasi dengan para kreditornya baik kepada bank maupun utang unsecured.

Merpati sendiri mendapat dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 450 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk revitalisasi armada Rp 150 miliar, restrukturisasi utang Rp 180 miliar dan biaya SDM Rp 120 miliar.

Hotasi yang kelahiran Manila, 7 Mei 1965, sebelum berada di Merpati adalah mantan Presdir PT General Electric (GE) Lokindo. Pria lulusan teknik sipil ITB ini juga sebelumnya sempat bekerja di Garuda pada tahun 1993-1995.Sayangnya, Hotasi tak berhasil dihubungi. Ponsel Hotasi yang dihubungi tak pernah diangkat.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads