Ekspor CPO Turun Tajam

Ekspor CPO Turun Tajam

- detikFinance
Senin, 03 Mar 2008 14:49 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada bulan Januari mencapai mencapai US$ 11,08 miliar atau meningkat 2,03 persen dibanding ekspor pada bulan Desember 2007.

Jika dibandingkan dengan ekspor pada Januari 2007 kinerja ekspor mengalami peningkatan sebesar 33,19 persen.

Meskipun harga CPO masih naik di pasar dunia, namun justru terjadi penurunan pada nilai ekspor Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/3/2008).

Ekspor non migas masih merupakan penyumbang terbesar ekspor. Pada Januari 2008 mencapai US$ 8,87 atau naik 6,16 persen dibanding Desember 2007. Sedangkan jika dibandingkan dengan Januari 2007 ekspor non migas meningkat 30,41 persen.

"Peningkatan ekspor non migas terbesar pada komoditas bijih, kerak dan abu logam sebesar US$ 249,9 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan nabati (CPO dan lain-lain) sebesar US$ 96,3 juta," ujarnya.

Jepang masih merupakan negara tujuan ekspor utama sebesar US$ 1,15 miliar, disusul AS US$ 948,5 juta dan Singapura US$ 912,5 juta. Kontribusi ketiganya mencapai 33,91 persen.

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling besar peningkatannya yaitu sebesar 51,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2007.


Impor US$ 7,6 Miliar

Sementara itu nilai impor Januari di luar kawasan berikat mencapai US$ 7,6 miliar atau meningkat 11,71 persen dibandingkan Desember 2007 yang besarnya US$ 6,8 miliar. Bila dibandingkan Januari tahun lalu meningkat US$ 2,32 miliar atau 43,88 persen.

Impor non migas di luar kawasan berikat mencapai US$ 5,67 miliar atau meningkat 28,42 persen dibanding impor Desember 2007. Sedangkan impor migas di luar kawasan berikat 19,22 persen menjadi US$ 1,93 miliar.

China merupakan negara pemasok barang impor terbesar dengan nilai US$ 1,06 miliar


Impor di Kawasan Berikat

BPS kini juga mengeluarkan data impor di kawasan berikat. Nilai impor di kawasan ini pada Januari 2008 mencapai US$ 1,88 miliar yang terdiri dari impor migas sebesar US$ 1,8 juta dan non migas US$ 1,87 miliar.

"Selama Januari 2008 impor non migas di kawasan berikat terbesar pada impor mesin, pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,04 miliar atau 18,36 persen dari total impor di luar kawasan berikat," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads