Namun angka ini masih angka sementara (ASEM) dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/3/2008).
"Kenaikan produksi terjadi karena kenaikan luas panen seluas 338,40 ribu hektar (2,87 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 0,85 kuintal/hektar (1,84 persen)," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi Padi 2008
Untuk produksi padi tahun 2008 BPS memperkirakan sebesar 58,27 juta ton GKG. Atau naik sebanyak 1,22 juta ton (2,13 persen) dibanding angka sementara tahun 2007.
Kenaikan produksi tahun 2008 diperkirakan terjadi karena naiknya luas panen seluas 174,56 ribu hektar (1,44 persen) dan produktivitas sebesar 0,33 kuintal/hektar (0,70 persen).
Kenaikan produksi padi yang relatif besar diperkirakan terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Selatan.
Untuk komoditas jagung, juga mengalami kenaikan sebanyak 1,68 juta ton atau menjadi 13,29 juta ton pipilan kering pada tahun ini.
Sedangkan produksi pada 2008 diperkirakan sebanyak 13,88 juta ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2007 (ASEM), terjadi kenaikan sebanyak 597,02 ribu ton (4,49 persen).
"Kenaikan produksi tahun 2008 diperkirakan karena naiknya luas panen sebesar 140,24 ribu hektar (3,86 persen) dan produktivitas sebesar 0,22 kuintal/hektar (0,60 persen)," ujarnya.
(ddn/qom)











































