Warga dan Exxon Diminta Duduk Bersama

Soal Pembebasan Lahan

Warga dan Exxon Diminta Duduk Bersama

- detikFinance
Senin, 03 Mar 2008 15:55 WIB
Jakarta - ExxonMobil dan masyarakat Bojonegoro, khususnya yang ada di sekitar Blok Cepu diminta untuk duduk bersama membahas masalah harga tanah yang sampai saat ini masih alot.

"Duduk bersama itu solusinya. Kalau saling ngotot tidak akan selesai," kata Ketua Komisi D DPRD Jatim Bambang Suhartono saat kepada detiksurabaya.com di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (3/3/2008).

Menurut bambang, pihaknya (dewan, red) siap menjadi penengah antara warga dengan ExxonMobil. "Kita berdiri di tengah-tengah saja. Kalau kita diminta jadi penengah, kita ya siap saja," ujarnya.

Anggota FPDIP ini menambahkan, sampai saat ini, dewan masih belum menerima laporan atau pengaduan dari warga terkait masalah pembebasan lahan yang masih alot di kawasan Blok Cepu.

"Belum ada yang laporan. Tapi kalau ada yang melapor akan kita tampung," ujarnya.

Perlu diketahui, proses pembebasan lahan Blok Cepu di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur masih belum rampung. Padahal kebutuhan migas untuk nasional sangat mendesak. Dari Blok Cepu diharapkan bisa menutupi kebutuhan nasional 20%.

Warga bersikukuh menentang harga tanah Rp 50 ribu per meter persegi yang ditawarkan ExxonMobil. Harga tersebut dianggap warga sebagai bentuk pelecehan. Warga mengajukan harga minimal Rp 100 ribu permeter persegi.

(gik/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads