Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian (Depperin) Fauzi Aziz kepada detikFinance, Senin (3/3/2008).
"Saya pastikan sektor konveksi (garmen) akan paling terpukul kebijakan PLN ini, selain berskala menengah mereka juga banyak yang skala rumahan," paparnya.
Selain sektor garmen ia juga memperkirakan sektor industri es batu juga akan terkena, sehingga bisa memicu kenaikan harga. Sebab, lanjut Aziz, pabrik es batu hampir 24 jam menggunakan listrik.
"Sampai saat ini saya juga bingung dengan kebijakan disinsentif-nya PLN, untuk itu saya akan mengkaji dan menghitung sejauh mana dampak pemberlakuan ini, termasuk untuk sektor-sektor pangan, sandang, kerajinan dan lain-lain di bidang IKM," katanya.
Untuk itu ia belum bisa memastikan langkah pengecualian pemberlakukan disinsentif terhadap IKM untuk memintanya kepada PLN. "Kita hitung dulu sejauh mana dampaknya terhadap sektor tertentu, baru kita akan ambil langkah usulan ke PLN," ucapnya.
Sekarang ini Fauzi justru mengingatkan kepada PLN agar segera melakukan sosialisasi khususnya bagi sektor IKM yang umumnya adalah pelanggan listrik rumahan dari PLN.
"Seharusnya PLN memiliki tim sosialisasi terkait disinsentif, karena memberikan sosialisasi ke IKM tidak mudah," ujarnya.
Hingga kini berdasarkan data dari BPS total usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 40 juta usaha yang terdiri dari 3,2 juta dari sektor IKM.
(hen/qom)










































