Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krishnamurti dalam sambutannya pada Seminar dan Lokakarya "Jamu Brand Indonesia" di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (4/3/2008).
"Bisnis jamu ini memiliki sumbangan yang cukup besar bagi perekonomian dengan menyumbangkan 3 juta orang tenaga kerja," ujarnya.
Dikatakan Bayu di Indonesia saja, industri jamu ini memiliki nilai bisnis Rp 4 triliun per tahunnya. "Mungkin kalau melihat angka-angka tersebut kita underestimate, tapi memang nilai bisnis jamu ini cukup besar," ujarnya.
Pertumbuhan permintaan industri jamu di Indonesia adalah sebesar 20 persen per tahun. "Jadi jamu ini harus dikembangkan dalam dimensi ekonomi tidak lagi hanya untuk kesehatan saja," katanya.
Perkembangan permintaan jamu di Indonesia dikatakan Bayu 60-70 persen permintaan adalah untuk industri. "Untuk kesehatan kurang dari 20 persen permintaannya," jelasnya.
(dnl/qom)











































