RI Catat Defisit Perdagangan dengan EFTA

RI Catat Defisit Perdagangan dengan EFTA

- detikFinance
Selasa, 04 Mar 2008 10:38 WIB
Jakarta - Perdagangan Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) selama 2007 masih defisit. Impor Indonesia masih lebih banyak ketimbang yang bisa diekspor.
 
Demikian disampaikan Kepala BPEN Bachrul Chairi dalam Seminar on Export Promotion, Agriculture and Fisheries Product di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa (4/3/2008).
 
"Total perdagangan kita US$ 728 juta. Ini naik 24% dari 2006, dimana Swiss menjadi partner utama diantara negara EFTA lainnya," katanya.
 
Anggota EFTA saat ini adalah Swiss, Norwegia, Iceland, dan Liechtenstein. Rinciannya, Swiss mengekspor US$ 328 juta dan mengimpor US$ 142 juta. Nowegia mengekspor US$ 129 juta dan mengimpor US$ 125 juta, serta Iceland mengekspor US$ 0,39 juta dan impor US$ 6.56 juta.
 
Menurut Bachrul, masih defisitnya perdagangan Indonesia ini disebabkan banyak produk Indonesia yang tidak memenuhi standar Eropa. Terutama produk perikanan dan pertanian.
 
Untuk itu, seminar kali ini lebih memfokuskan pada bimbingan teknis bagi pengusaha Indonesia yang akan mengekspor produknya ke Eropa.
 
"Karena mereka sangat concern bahkan sampai mikro bakterianya," tambah Bachrul.

(lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads