Pada bulan April dan Mei akan memasuki musim panas, sehingga permintaan minyak mentah akan turun yang imbasnya juga akan menyeret penurunan harga komoditas lainnya.
Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Perikanan Bayu Krishnamurti di sela-sela seminar dan lokakarya "Jamu Brand Indonesia" di Hotel
Borobudur, Jakarta, Selasa (4/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, Bayu mengakui penurunan yang terjadi sulit untuk mengembalikan tingkat harga minyak goreng kepada posisi di awal tahun 2007.
"Jadi kita akan menghadapi situasi yang akan membaik dimana harga relatif turun dan stabil mudah-mudahan mulai April," katanya.
Jadi tekanan harga minyak goreng kepada inflasi terjadi hanya hingga bulan Maret, karena April terjadi penurunan harga. Selain minyak goreng, tekanan harga beras juga akan berkurang pada periode tersebut.
"Untuk Maret kita akan panen padi sekarang sudah mulai, dan harga beras kalau anda lihat dari yang kemarin sudah tidak lagi menjadi faktor penentu dan beras Maret ini mungkin akan turun sedikit," jelasnya.
Meskipun begitu, untuk beras nantinya yang menjadi tantangan pemerintah adalah bagaimana menjaga harga beras di tingkat petani agar tidak sampai jatuh. "Sedangkan faktor internal itu mudah-mudahan inflasi makanannya tidak lagi setinggi yang kita catat," katanya.
Sementara itu mengenai subsidi pangan, pemerintah sudah menyetujui hal ini dan anggarannya akan dimasukkan pada APBN P 2008.
"Dananya sudah ada sehingga kita bisa mulai, kalau untuk dilakukan seluruh rancangan itu masih menunggu APBN P, tapi kita bisa mulai mudah-mudahan minggu depan kita sudah mulai. Kita sebenarnya sudah mulai 1 dan 2 minggu ini dengan CSR dari perusahaan-perusahaan besar yang kita minta, misalnya hari ini dilakukan tinjauan minyak goreng murah di Jakarta Utara, cukup besar jumlahnya dengan harga yang Rp 8.000-an," urainya. (dnl/ir)











































