Kedatangan Duke of York ke Indonesia ini cukup padat jadwalnya. Siang ini, putra kedua Ratu Inggris yang berusia 48 tahun itu menghadiri acara BritCham Business VVIP Luncheon di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (4/3/2008).
Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom, mantan Menlu Ali Alatas dan sejumlah pejabat perusahaan Inggris yang beroperasi di Indonesia seperti Premier Oil, Lee Coopers dan British School.
Layaknya kedatangan seorang pangeran, Hotel Shangri-La dijaga cukup ketat seperti pengamanan ketika hadirnya Presiden dan Wapres.
Dalam acara tersebut, setiap kali Pangeran Andrew masuk atau keluar, seluruh hadirin harus berdiri. Namun pangeran ganteng itu tampaknya tak mau terlalu acara yang formil layaknya di kerajaan.
"Silakan berdiri saja," ujar pangeran yang sering memancing tawa hadirin itu.
Misalnya saja ketika ada pidato pengantar yang singkat dan selanjutnya mempersilakan Pangeran Andrew untuk berkomentar, ia justru memulainya dengan guyonan.
"Wow, ini adalah pengantar paling singkat yang pernah saya tahu," kelakarnya.
Dalam pidato yang sering diselingi tawa itu, Pangeran Andrew menyatakan bahwa Inggris tertarik untuk mendalami investasi di bidang Clean Development Mechanism (CDM) atau pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia.
"Salah satu area bisnis yang menarik terkait perubahan iklim seperti CDM Project, seperti yang Indonesia pernah adakan di Bali kemarin," ujarnya.
Untuk bisnis ini, Inggris siap mendukung Indonesia baik dalam hal finansial maupun teknologi. Juga dengan mengirimkan beberapa ahli di bidang tersebut.
Ekspor Inggris ke Indonesia hingga kuartal III-2007 diperkirakan mencapai 200 juta poundsterling. Sementara impor Inggris dari Indonesia hanya 34 jutapoundsterling.
"Saya disini untuk mencari tahu peluang bisnis lainnya yang bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak," ujarnya. (qom/ddn)










































