BI: Ekonomi Hanya Bisa Tumbuh 6,2% Tahun 2008

BI: Ekonomi Hanya Bisa Tumbuh 6,2% Tahun 2008

- detikFinance
Selasa, 04 Mar 2008 16:41 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2008 hanya mencapai 6,2 persen atau lebih rendah dari perkiraan pemerintah dalam APBN Perubahan 2008 yang sebesar 6,4 persen.
 
Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2008).
 
"Perkembangan ekonomi global terutama perlambatan ekonomi AS membawa konsekuensi pada perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia dan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi di negara emerging market," ujarnya.
 
Akan tetapi Miranda mengatakan pertumbuhan ini bisa di atas 6,2 persen sepanjang tekanan eksternal tidak setinggi yang diperkirakan.

"Koordinasi dan jalinan erat antara fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi menjadi kunci dalam pencapaian pertumbuhan tersebut. Namun apabila tekanan eksternal seperti tingginya harga komoditas dan perlambatan ekonomi global berlanjut lebih buruk dari yang diperkirakan maka terdapat pula kemungkinan pertumbuhan lebih rendah dari 6,2 persen," tuturnya.
 
Miranda mengatakan kinerja neraca pembayaran masih surplus meskipun sedikit lebih rendah dari perkiraan semula akibat melambatnya ekspor nonmigas dan produksi minyak, demikian juga dengan kondisi pasar keuangan global yang belum kondusif dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Sekalipun demikian, penurunan surplus NPI diperkirakan tidak terlalu besar dan masih dapat memberikan ruang bagi peningkatan cadangan devisa menjadi sekitar US$ 68 miliar di 2008," ujarnya.
 
Dengan kondisi itu Miranda mengatakan BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada pada level Rp 9.100 per dolar AS lebih kuat dari asumsi pemerintah Rp 9.150 per dolar AS.
 
Penguatan nilai tukar ini akan membantu upaya menurunkan tekanan inflasi, dengan meningkatnya harga komoditas dunia khususnya bahan pangan dan minyak, BI memperkirakan inflasi 2008 akan mencapai 6,5 persen.
 
"Dengan mempertimbangkan tekanan inflasi yang dalam tahun 2008 cukup berat, ruang gerak penurunan suku bunga SBI menjadi terbatas. Oleh karena itu kami memandang rata-rata suku bunga SBI 3 bulan sebesar 8 persen cukup realistis sebagai asumsi dalam perhitungan revisi APBN 2008," urainya.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads