"Standar tetap kita jaga," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (4/3/2008).
Menurut Djoko berdasar data hasil tender beberapa proyek perbaikan jalan nasional, menunjukkan peserta bisa menawarkan nilai di bawah 100 persen plafon. Sehingga ada 9 persen anggaran yang bisa dihemat untuk tutupi dampak pemotongan 15 persen.
"Kalau dihitung-hitung dari sekian triliun yang sudah teken kontrak itu ada saving sekitar 9 persen. Jadi masih kurang 6 persen. Nantilah kita potong dari lainnya, yang bisa ditunda tahun depan kita tunda," imbuhnya.
Lebih lanjut Djoko memaparkan kebutuhan pemerintah untuk memperbaiki jalan-jalan nasonal seluruh Tanah Air membutuhkan dana sekitar Rp 2,5 triliun. Sedangkan buat jalan propinsi menjadi tanggung jawab pihak pemprov bersangkutan. (lh/qom)











































