Ganti Direksi Bukan Jaminan Kinerja Pertamina Lebih Baik

Ganti Direksi Bukan Jaminan Kinerja Pertamina Lebih Baik

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2008 11:48 WIB
Jakarta - Perombakan direksi Pertamina yang dilakukan hari ini bukan jaminan perbaikan kinerja BUMN itu. Letak efisiensi Pertamina bukanlah dari sisi personal direksinya saja, tapi menyeluruh ke sistem operasionalnya.

"Jika dalam satu tahun tidak menunjukkan kemajuan signifikan, pemerintah tidak boleh ragu rombak lagi," kata anggota Komisi VII dari FPAN Alvin Lie, ketika dihubungi detikFinance, Rabu (5/3/2008).
 
Keraguan yang sama juga diungkapkan ekonom UGM Sri Adiningsih ketika ditemui di gedung MPR/DPR. Baginya, selama Pertamina masih jadi sapi perahan kepentingan politik, tidak akan ada perubahan.
 
"Saya nggak yakin pergantian ini bisa bawa Pertamina jadi perusahaan kelas dunia kalau masih ada arahan dari kepentingan pihak yang ngobok-ngobok Pertamina," katanya.
 
Bahkan ia juga tidak yakin masuknya orang KPK yang disebut-sebut akan menduduki posisi Direktur Sumber Daya Manusia akan membuat perubahan.
 
"Kalau ternyata dia masuk karena ada yang bawa juga, sama saja kan," katanya.
 
Alvien Lie juga menjelaskan beberapa PR untuk direksi baru, yaitu pertama peningkatan efisiensi dalam operasional, pengadaan dan distribusi.
 
Kedua, penghentian kebocoran BBM di tingkatan distribusi. Ketiga, peningkatan transparansi dalam pengadaan dan aspek keuangan. Keempat peningkatan produktifitas di sektor hulu dan pengolahan.
 
"Hal-hal tersebut sebaiknya dijadikan Kewajiban bagi Direksi yang baru," tambahnya.

Pelantikan direksi Pertamina yang baru akan dilaksanakan pada hari ini. Kabarnya, 3 direksi Pertamina akan diganti yakni Direktur Umum dan SDM, Direktur Operasional dan Direktur Hulu. Tiga Direktur baru Pertamina yang akan dilantik adalah Direktur Hulu Galaila Karen Agustiawan (staf ahli Dirut Pertamina), Direktur Umum dan SDM Waluyo, Direktur Pengolahan Rukmi Hadi Hartini.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads