Deputi KPK Jadi Direktur Pertamina

Deputi KPK Jadi Direktur Pertamina

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2008 13:11 WIB
Jakarta - Deputi KPK bidang pencegahan (bukan Keuangan seperti disebut sebelumnya), Waluyo dipastikan menjabat sebagai Direktur Umum dan SDM Pertamina. Waluyo dan dua direksi wanita baru Pertamina akan dilantik siang ini.

Lagi-lagi bocoran soal 3 direksi Pertamina itu dilontarkan oleh Kepala BP Migas Kardaya Warnika yang dicegat usai acara "IPA Louncheon Talk" di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (5/3/2008). Kardaya ditengah acara tiba-tiba berpamitan bahwa dirinya tak bisa berlama-lama karena harus menghadiri pelantikan direksi Pertamina.

"Saya nggak bisa lama-lama karena saya harus hadir di acara pelantikan direksi Pertamina yang baru, dimana ada 2 direktur baru yang wanita di upstream (hulu) dan downstream (hilir). Makanya sangat penting bagi saya untuk datang kesana," ungkapnya tanpa menyebut nama-namanya.

Saat dicegat usai beranjak dari acara itu, Kardaya membenarkan bahwa dua direksi Pertamina yang baru adalah wanita. "Iya, makanya saya penting mau kesana," ujarnya.

Keduanya akan menjabat Direksi Hulu dan Direktur Hilir dalam hal ini pengolahan. Dari nama yang diperoleh detikFinance, dua direksi baru wanita Pertamina adalah Direktur Hulu Karen Agustiawan dan Direktur Pengolahan Rukmi Hadi Hartini.

Nama-nama itu juga dibenarkan oleh Kardaya. Ia pun menunjukkan SMS yang berisi nama-nama direksi baru Pertamina. Dalam nama yang ada dalam SMS tersebut, ada nama Waluyo yang akan menjabat sebagai Direktur Umum dan SDM.

Kardaya sendiri tampaknya baru-baru ini juga sudah berkomunikasi dengan Waluyo. detikFinance sempat 'mengintip' inbox Kardaya yang berisi SMS dari Waluyo.

"Bu Karen itu tadinya dari Halliburton yang sales data-data. Jadi sudah ngerti soal geofisika gitu," ujarnya.

Itu dari orang migas semua? "Itu kan ada pak Waluyo dari KPK," pungkasnya sambil tergesa.

Waluyo sebenarnya bukan orang 'asing' di Pertamina. Waluyo merupakan perwakilan KPK di program transformasi Pertamina terutama untuk program 'Pertamina Clean' yang dicanangkan BUMN tersebut 22 Maret 2007 lalu. Waluyo merupakan semacam pembimbing yang menjelaskan soal KKN dan lain-lain.

Program 'Pertamina Clean' merupakan sebuah program untuk tekad Pertamina membersihkan diri melawan korupsi.


(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads