Jawa-Bali Pelopori Program Insentif & Disinsentif Listrik

Jawa-Bali Pelopori Program Insentif & Disinsentif Listrik

- detikFinance
Kamis, 06 Mar 2008 15:23 WIB
Jakarta - Penerapan tarif insentif dan disinsentif listrik PLN akan diujicobakan pertama di wilayah Jawa dan Bali. Masih ada waktu sosialisasi 1 bulan sebelum program itu digulirkan.

"Most likely begitu karena Jawa Bali pemakai 70% listrik dan juga watt terbesar disitu. Ada 18 ribu mega watt di Jawa Bali. Sedangkan sekitar 8-10 ribu mega watt diluar Jawa Bali, jadi memang besar sekali," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Hal itu diungkapkan Purnomo usai rapat terbatas membahas PLN di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purnomo mengatakan ada waktu 1 bulan seperti yang disarankan presiden untuk melakukan sosialisasi ini.

"Kita kan masih ada waktu 1 bulan untuk melakukan sosialisasi, kita berharap sosialisasi kita sukses. Kemudian kita bisa melakukan usul presiden untuk bisa disosialisasikan dulu," kata Purnomo.

Menurut Purnomo, program insentif dan disinsentif ini akan dilakukan secara bertahap. "Kita juga melakukan suatu ujicoba dan tidak bisa langsung melakukan itu tidak bisa," katanya.

Purnomo menjelaskan, karena program insentif dan disinsentif hanya merupakan aksi korporasi maka tidak perlu dikeluarkan dalam bentuk perpres.

Semula PLN akan menerapkan program insentif dan disinsentif mulai 1 Maret namun akhirnya ditunda karena belum banyak sosialisasi.

PLN beralasan program diskon dan denda tersebut dilakukan demi penghematan anggaran hingga Rp 15 triliun terutama biaya pembelian BBM. Penghematan dilakukan dengan menekan pemakaian listrik sebesar 20 persen dibanding rata-rata nasional 2007.

Jika pelanggan bisa menekan pemakaian listriknya di bawah batas 80 persen maka pelanggan akan mendapatkan insentif tarif listrik berupa pengurangan beban pada bulan berikutnya. Tapi jika ternyata pemakaian pelanggan melebihi batas 80 persen itu, maka selisihnya akan dikenakan disinsentif.

Berdasarkan data ini, rata-rata pemakaian pelanggan golongan R1 450 VA adalah 75 kilowatt hour (kWh), R1 900 VA sebesar 115 kWh, R1 1.300 kWh sebesar 201 kWh, R1 2.200 VA sebesar 358 kWh. Untuk golongan R2 (2.200 - 6.600 VA) sebesar 650 kWh dan R3 (> 6.600 VA) sebesar 1.767 kWh. Dari data tersebut, PLN menentukan angka 80% dari rata-rata pemakaian.

Berikut tabel batas insentif dan disinsentif pelanggan
              Golongan             Insentif            Disinsentif
R1 (450 VA)                       < 60 kWh           > 60 kWh
R1 (900 VA)                       < 92 kWh           > 92 kWh
R1 (1.300 VA)                    < 160,8 kWh      > 160,8 kWh
R1 (2.200 VA)                    < 286,4 kWh      > 286,4 kWh
R2 (2.200 - 6.600 VA)        < 520 kWh        > 520 kWh
R3 (> 6.600 VA)                 < 1.413,6 kWh  > 1.413,6 kWh (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads