Demikian disampaikan Wakil Presiden Direktur ADM Sudirman MR saat dihubungi detikFinance, Kamis (6/3/2008).
"Pasokan listrik yang tersendat membuat produksi kami terganggu. Dari target awal 1.500 unit kami hanya mampu memproduksi 1.300 Grand Max, dan baru 1.000 yang dikapalkan. Kita masih minus 1.150 unit termasuk produksi untuk pasar domestik," ungkapnya.
Menurutnya, tidak tercapainya target ekspor ini telah mengurangi kredibilitas Indonesia sebagai basis produksi terbesar Toyota Motor Corp (TMC) diluar Jepang.
Untuk itu ia mengharapkan pemerintah bisa segera bisa mengatasi krisis listrik yang terjadi di PLN.
"Kami sebenarnya sudah berbicara kepada PLN untuk membantu dalam masalah ini. Maksudnya agar pemadaman bisa di terapkan satu waktu pada dua pabrik kita yang berjauhan, yakni di Sunter dan Karawang," tambahnya.
Sudirman mengatakan gangguan listrik berlangsung selama empat hari dengan jangka waktu yang berbeda-beda.
"Karena kalau pabrik utama kita yang di Sunter tidak beroperasi pasti akan berdampak pada pabrik yang di Karawang," ucapnya.
Namun ia juga mengakui pemadaman yang dilakukan oleh PLN telah diberitakun terlebih dahulu, walaupun sempat beberapa hari terjadi secara dadakan.
"Dengan kondisi sekarang ini banyak libur, pada bulan ini kita enggak bisa penuhi kekurangan ekspor kita," ujarnya.
Menurut Sudirman, target produksi Daihatsu pada bulan Februari 2008 mencapai 17 ribu unit, tetapi hanya tercapai 15.850 unit.
(hen/qom)











































