Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Hongaria, Kroasia, Bosnia Herzegovina dan Makedonia Mangasi Sihombing pada seminar yang diselenggarakan dalam kaitan Pameran Wisata dan Produk Pangan Sajam Split edisi ke-13 di kota wisata Split, Kroasia, Kamis (6/3/2008).
"Dari volume sebesar itu ekspor Indonesia mencapai US$72,96 juta, sedangkan ekspor Kroasia ke Indonesia sebesar US$ 1,88 juta," kata Mangasi, seperti dituturkan Sekretaris I Ekonomi Octavino Alimudin kepada detikcom kemarin malam Waktu Eropa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Mangasi menyebutkan bahwa mengingat posisi strategis Kroasia di kawasan Balkan dengan pelabuhan-pelabuhan lautnya seperti Rijeka, Ploce dan Split, maka Kroasia dapat berperan sebagai pintu gerbang komoditi Indonesia ke kawasan Balkan dan Eropa Tengah serta Eropa Timur.
Mangasi menganjurkan agar Kroasia juga dapat memanfaatkan Indonesia sebagai pintu gerbang ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Australia serta Selandia Baru.
Khusus sektor pariwisata Mangasi mengemukakan bahwa baik Indonesia yang tahun ini mengangkat Visit Indonesia Year maupun Kroasia memiliki potensi yang kuat di bidang ini. "Negara-negara Eropa yang kuat di bidang pariwisata telah memperluas kegiatan usahanya di Indonesia dalam hal pembangunan hotel dan kegiatan lainnya yang melampaui target," ujar Mangasi.
Pada kesempatan itu Mangasi juga menjelaskan mengenai rencana Indonesia Expo in Central and East Europe (IE CEE) yang akan diselenggarakan di Warsawa pada 7-10/5/2008.
IE CEE ini dicanangkan sebagai wahana kontak, pertemuan dan negosiasi dagang, investasi dan pariwisata antarpelaku usaha Indonesia dengan mitra mereka dari kawasan Eropa Tengah dan Timur.
"Lebih dari 300 perusahaan terseleksi Indonesia ambil bagian dalam IE CEE pertama tersebut," demikian Mangasi.
(es/es)










































